Thursday, May 14, 2009

Asal Tambunsaribu

Pada abad ke-18 ada beberapa marga Simamora dari Bakkara melalui Samosir untuk kemudian menetap di Haranggaol dan mengaku dirinya Purba. Purba keturunan Simamora ini kemudian menjadi Purba Manorsa dan tinggal di Tangga Batu dan Purbasaribu.

Purba (Toba) adalah keturunan Toga Simamora. Toga Simamora mempunyai tiga anak. (kadang ada yang menyebutkan empat). Berikut ini adalah keturunan Toga Simamora: 1. Toga Purba 2. Toga Manalu 3. Toga Debata Raja 4. Tuan Sumerham. Catatan: Yang lazim di Toba hanya disebut tiga. Ada versi yang mengatakan Toga Simamora merantau ke daerah Pakkat dan Barus dan mempunyai keturunan di sana yaitu Tuan Sumerham.


Anaknya Purba (menurut Batak Toba) ada 3 (tiga) yakni :

  1. Pantomhobol
  2. Parhorbo
  3. Sigulang Batu

Pantomhobol anaknya ada 3 (tiga) yakni : no.1 Tuan Didolok, no.2 Pargodung dan no.3 Balige Raja
Parhorbo anaknya ada 3 (tiga) yakni : no.1 Parhoda-hoda, no.2 Marsaha Omas dan no.3 Tuan Manorsa
Sigulang Batu anaknya ada 2 (dua) yakni : no.1 Raja Dilangit no.2 Raja Ursa
Ompung Marsahan Omas (dalam bahasa Indonesia berarti Ber-cawan Emas, karena kebiasaannya minum dari cawan Emas) Keturunan Purba Tanjung berasal dari garis keturunan Ompung Marsahan Omas, Purba Tanjung berasal dari Sipinggan, Simpang Haranggaol, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun. Beberapa sumber menyatakan bahwa "Tanjung" pada marga ini berasal dari lokasi kampung Sipinggan yang merupakan sebuah Tanjung di Danau Toba, arah Haranggaol. Marsahaan Omas memiliki keturunan bernama Bongguran yang memiliki kebiasaan "maranggir" (mandi air jeruk purut) di sekitar kampung Nagori, dengan menggunakan cawan emas.Marsahan Omas memiliki 3 keturunan:

  1. Tuan Siborna
  2. Nahoda Raja
  3. Namora Soaloon

Nahoda Raja memiliki anak bernama Raja Omo yang merupakan Purba Tanjung pertama yang bermukim di Sipinggan.
Tuan Manorsa memiliki 5 Keturunan :

  1. Ompung Tarain
  2. Sorta Malela
  3. Soim Bangun
  4. Sombu Raja
  5. Ompung Hinokop

Sejarah mencatat Buku karya A. Purba (Op. Parasian Purba dari Sidikalang) yang mengatakan : Purba Tuan Manorsa menulis dgn jujur bagaimana Tuan Manorsa membunuh istrinya, kabur meninggalkan 3 anak balita, kawin lagi dipelarian, meninggalkan Istri Kedua di Samosir, kawin lagi di Haranggaol. Puluhan tahun anaknya yg di Toba mencari, menapak tilas jejak ayahnya, lalu thn 1930 menemukan akarnya di Perantauan, sejarah mencatat bagaimana isak tangis keturunan yg terpisah ratusan tahun, saling memaafkan kesalahan ayah dan berdoa bersama supaya Tuhan ampuni dosa nenek moyang dan bangkitkan generasi yg takut akan Tuhan.
Tuan Manorsa bukan membunuh istrinya secara langsung, tetapi karena cemburu saat melihat istrinya br Pasaribu sedang mencari kutu paribannya, maka dia memotong payudara istrinya lalu melarikan diri dgn meninggalkan 3 org anak lelaki ( Soimbangon, Sorta Malela, Op Taraim) karena dikejar Raja Pasaribu. Kemudian oppung boru meninggal (mungkin karena infeksi dan hipovolemia/ kurang darah). Dan menetap di Samosir. Kemudian merantau ke Simalungun dan saat pulang ke Samosir menemukan istrinya sdh meninggal. Lalu membawa kedua putranya ke Simalungun dan menikah lagi di Simalungun. kemudian Tuan Manorsa kawin lagi dgn br Tamba dan punya dua anak lelaki (Sombu Raja/Raja Tarbuang & Op Hinokkop),
Ompung Hinokop memiliki 2 Keturunan yakni : Tondang dan Tambun Saribu.

Purba Sigulang Batu anaknya ada 2 (dua) yakni :
1. Partaliganjang(Parlangka Jolo)
2. Guru Sotangguon.
Anaknya Guru Sotangguon ada 2 (dua) yaitu :
1. Somalate
2. Datu Rajim
Anaknya Somalate ada 2 yaitu :
1. Juaro Parultop
2. Datu Parulas
Catatan : Sesuai tarombo, Juaro Parultop dan Datu Parulas merupakan anak kembar (silinduat), makanya kadang Purba yang dari Simalungun yang punya tarombo menuliskannya dengan Datu Parultop/Parulas. Keduanya merupakan orang sakti (datu bolon), mungkin ceritanya agak panjang, tapi dari tarombo yang ada Juaro Parultop memperanakkan : Purba Tambak, Tarigan (di karo), Purba Batu.Datu Parulas memperanakkan : Girsang, Siboro, Purba yang ada di Simalungun.

Purba Pakpak ada si Lima Bapak, yakni : Hinalang, Nagori, Bangun Purba, Purba Tua dan Nagasaribu dan Purba Parhorbo keturunan Manorsa ada yang tinggal di Simalungun. Mereka adalah Purba Tambun Saribu (TAMSAR) dan Purba Tondang. Kuburan Tuan Manorsa juga tetap di Haranggaol , sedang tugunya ada di Simamora Nabolak. Kebanyakan Purba yang di Simalungun hijrah dari Pakpak yakni keturunan Purba Sigulang Batu, dan Tarigan juga berasal dari Purba Sigulangbatu.

Jadi, Submarga Purba terdiri dari banyak sub-marga, antara lain:
1. Girsang
2. Girsang Jabu Bolon
3. Girsang Na Godang
4. Girsang Parhara
5. Girsang Rumah Parik
6. Girsang Bona Gondang
7. Pakpak
8. Raya
9. Siboro
10. Siborom Tanjung
11. Sidasuha
12. Sidadolog
13. Sidagambir
14. Sigumonrong
15. Sihala
16. Silangit
17. Tambak
18. Tambun Saribu
19. Tanjung
20. Tondang
21. Tua dan lain-lain (silahkan ditambah)

Wacana Saya adalah :

Purba Sigulang Batu ini ada yang merantau ke daerah Simalungun dan Karo, maka ada marga Purba Simalungun (contoh: Girsang, Purba Pak-Pak, Purba Sibero, Purba Sigumondrong, dll) dan marga Tarigan (di Karo). Purba Karo beda dengan Purba Toba dan Simalungun, mereka itu masuk Karo-Karo. Yang sama dengan Purba Toba dan Simalungun hanyalah Tarigan.

Mungkin dari sanina marga tarigan atau purba simalungun ada yang bisa jelaskan asal muasal marga Purba dan Tarigan yang ada di simalungun dan karo sekarang. Bila kita coba bandingkan antara marga tarigan dan marga purba di simalungun cabang2nya hampir mirip semua. Contoh : Tarigan Tambak=Purba Tambak; Tarigan Sibero=Purba Siboro; Tarigan Tua=Purba Tua; Tarigan Gerneng=Purba Sigumonrong; Tarigan Silangit=Purba Silangit; Tarigan Tendang=Purba Tondang dll

Ada sosialisasi bahwa Marga Girsang bukan dari Toga Simamora karena Girsang asli dari Lehu Pakpak dan kemudian berafiliasi ke Purba Simalungun agar bisa hidup bahkan menjadi Raja di Silimakuta…(ada ceritanya, baca tentang Pengalihan Kekuasaan dan baca jugaArtikel di Berita Simalungun oleh Pdt. Juandaha Raya Purba dasuha STh dengan Judul "Kalau bukan sama, berarti perkawinan antara marga Purba dengan Girsang bukan hal yg terlarang menurut adat").

Sejarah Tarombo kita jelas, tidak direkayasa, bukti otentiknya masih ada kuburan Raja Purba khususnya Tuan Manorsa di Haranggaol dan di Simamora. itulah sebabnya yg di Toba khususnya masih mengingat baik-baik nomor berapa dia supaya tidak tersesat harus memanggil apa kesaudaranya, jangan sampai manggil anak, padahal oppungnya.

5 comments:

  1. salam kenal sanina...

    sebaiknya buat sanina menulis sejarah Purba Tamsar melalui cerita-cerita lisan yang ditutur oleh oppung sanina ketimbang COPAS-COPY PASTE dari website lain yang mana selalu menarik sejarah marga Purba simalungun dari sudut Toba...ini tidak bagus untuk pembelajaran sejarah Simalungun itu sendiri sanina...

    Sonaima Lobei,Diatei tupa ma

    ReplyDelete
  2. Sebagai keturunan langsung dari Guru Raya Purba Dasuha dari Kerajaan Raya, saya dengan KERAS MENYANGKAL DAN MENOLAK KERAS bahwa marga Purba di Simalungun datang atau berketurunan dari orang Toba, ini mitos warisan zending yang dulu dipakai RMG dan Batakmission dalam mentobakan orang Simalungun sebelum dia menjadi Kristen. Saudara kalau kebetulan berketurunan dari marga Purba dari suku Toba, saya hormati pendapat saudara. Tetapi sekali lagi kami keturunan raja Panei, Dolog Silou KEBERATAN disebut nenek moyang kami dari Toba. Ini tidak benar, kami adalah ASLI SUKU SIMALUNGUN, BEKAS KETURUNAN PANGLIMA KERAJAAN NAGUR SEJAK ZAMAN DAHULU. Kami masih memiliki pustaha laklak dan tawarikh silsilah keluarga besar kami di Bandar Hanopan yang sempat dibawa Dr. P. Voorhoeve ke Belanda dan sekarang salinannya masih ada di Perpustakaan Nasional Jakarta. Di dalam pustaha itu tidak ada disebut kami beketurunan dari Toba, sebab TOBA DALAM PEMAHAMAN NENEK MOYANG KAMI DULU DIANGGAP RENDAH DERAJADYA, YAITU KAUM HAMBA SAHAYA (JABOLON). SEDANG KAMI ADALAH KETURUNA BANGSAWAN YANG DULU BANYAK MEMILIKI BANYAK JABOLON DARI TOBA DAN DIJUAL KE TONGGING.
    Sekian.
    Pdt. Juandaha R. Purba Dasuha, MTh

    ReplyDelete
  3. Ini apa apaan,


    Kalo tidak tau silsilah jangan sok keras bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena saya selaku tambunsaribu merasa itu salah besar

      Delete
  4. Waktu jaman penjajahan di Sumut, Belanda hanya tau satu suku yaitu Suku Melayu, diluar suku Melayu disebut oleh Belanda Suku Batak.

    ReplyDelete

Chika Action

Chika Action